Melihat Kegiatan OPAL di Balittro

Tribun Kota,Bogor.

Apa sih OPAL itu? Yuk kita ikuti pembahasannya lebih dalam.Dalam Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan pada Pasal 60 mengamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Dalam hal penganekaragaman konsumsi pangan, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi dimana dalam Pasal 26 mengamanatkan bahwa upaya penganekaragaman pangan salah satunya dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. Untuk mendukung percepatan penganekaragaman konsumsi pangan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, Kementerian Pertanian akan melaksanakan Obor Pangan Lestari (OPAL) sebagai sarana percontohan untuk masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

Selanjutnya OPAL diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 10 Tahun 2019 tentang Obor Pangan Lestari Tahun 2019, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 22 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 10 Tahun 2019 tentang Obor Pangan Lestari Tahun 2019. Sedangkan untuk pengorganisasiannya diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 134/Kpts/KN.220/M/2/2019 Tahun 2019 tentang Tim Obor Pangan Lestari Tahun 2019. Dalam Tim OPAL Tahun 2019 kedudukan Kepala Badan Ketahanan Pangan sebagai ketua pelaksana yang mempunyai tugas salah satunya untuk menyusun Panduan OPAL Tahun 2019. Panduan OPAL ini menjadi acuan bagi seluruh Unit Kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian, dan Dinas Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian dan/ atau pangan.

Obor Pangan Lestari yang selanjutnya disebut OPAL adalah upaya promosi penganekaragaman pangan dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat oleh Unit Kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian dan Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian dan/atau pangan, sebagai sarana percontohan untuk masayarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi. 2. Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman. 3. Penganekaragaman Pangan adalah upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis pada potensi sumber daya lokal. 4. Pekarangan adalah lahan yang dimiliki/dikuasai dan berada di sekitar area kantor Unit Kerja Eselon 1 lingkup Kementerian Pertanian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian dan Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian dan/atau pangan.

OPAL dilaksanakan mulai dari pemanfaatan lahan di sekitar area perkantoran Unit Kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian dan Dinas Provinsi dan Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian dan/atau pangan dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman pangan, hortikultura dan ternak unggas sebagai sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Selanjutnya OPAL akan terus dikembangkan menjadi gerakan nasional dalam pemanfaatan lahan pekarangan oleh masyarakat luas sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

Ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan di tingkat rumahtangga. Oleh karena itu penting bagi setiap rumahtangga dapat mengakses pangan dengan mudah. Dengan memanfaatkan sumberdaya/asset yang mereka miliki. Salah satu aset yang dimiliki oleh rumahtangga untuk mendukung penyediaan pangan bagi keluarga adalah lahan pekarangan. Pekarangan biasanya berada di sekitar tempat tinggal, sehingga dengan pemanfaatan pekarangan ini, maka pangan dapat tersedia dan mudah diakses setiap saat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

OPAL dilaksanakan di sekitar area perkantoran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Perbibitan Setiap kantor Unit Kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian dan Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian dan/atau pangan harus melaksanakan kegiatan perbibitan yang meliputi penyediaan bibit dan bahan pendukung lainnya. Perbibitan dilakukan dalam rangka keberlanjutan OPAL dan pengembangannya di masyarakat.

Sejak 2019 Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)  mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan kantor. Hal ini dilaksanakan dengan menginisiasi dan mengembangkan percontohan/display inovasi budidaya tanaman.Tanaman yang dibudidayakan ini merupakan sumber pangan dan gizi. Berlokasi di area sekitar kantorBalittro, bernama Obor Pangan Lestari (OPAL). OPAL menjalankan 2 (dua) fungsi, yaitu sebagai percontohan inovasi pemanfaatan pekarangan dan fungsi konsultatif kepada masyarakat yang berkunjung ke Balittro.

Percontohan inovasi pemanfaatan pekarangan.Kegiatan ini mencakup teknik budidaya tanaman (konvensional di lahan, dalam wadah/media terbatas, hidroponik, akuaponik, dan vertikultur), varietas unggul, pengelolaan limbah pertanian, pengelolaan air, pengendalian hama-penyakit tanaman, dan penanganan serta pengolahan hasil pertanian tanaman sayuran dan tanaman obat..Dalam menjalankan fungsi konsultatif, OPAL melayani konsultasi optimalisasi pemanfaatan pekarangan kepada masyarakat dengan Perbenihan, Pertanaman, Panen Hasil jugaSumber dana,serta Pemanfaatan dana..(Nur Maslahah, MSi.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *