Dapat Obati Ginjal,Balittro Temukan Manfaat Lain Sangitan.

Tribun Kota,Bogor.

Balittro kembali merilis tanaman yang mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia,salah satunya adalah Sangitan.Sangitan biasanya tumbuh di pinggir sawah dan di antara semak belukar di hutan bambu. Rantingnya saling berdesakan dan membentuk perdu, tampak unik bagian daunnya. Lebar daun berukuran 2–3 cm, ujungnya meruncing membuat daunnya semakin sempit dan helaiannya seperti menutup. Bunganya berwarna putih agak krem di pucuk tanaman sehingga kelihatan menonjol. Bentuk mahkota bunga seperti bintang, pertumbuhannya mengarah ke atas dan sekilas mirip payung. Rasa pohon atau daun Sangitan manis agak pahit. Bahan Aktif Alkoloid, saponin, flavonoid, beta sitosterol, asam ursolik, alfa amiryn palmitat, KNO3 dan tannin.

Manfaat Empiris Bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah akar, daun, dan bunga. Herba ini masuk dalam meridian hati (liver) dan berkhasiat sebagai peluruh kencing (diuretik). Akarnya digunakan untuk beberapa pengobatan penyakit, antara lain bengkak dan memar, tulang patah, reumatik, pegal linu, dan sakit kuning. Daunnya digunakan untuk mengobati bengkak karena timbunan cairan pada penyakit ginjal, beri[1]beri, disentri, radang saluran napas kronis, eripelasi. Seluruh tumbuhan digunakan untuk pengobatan sakit keram, nyeri tulang, memar, kulit terbakar, bercak hitam di wajah, untuk menghaluskan kulit dan merangsang saraf.

Penggunaannya sangat sederhana dan sifatnya masih lokal. Daunnya bisa ditumbuk, direbus (airnya diminum atau untuk mencuci bagian tubuh yang sakit), atau diperas setelah ditumbuk. Manfaat Ilmiah Sangitan kaya akan kandungan kimia, seperti minyak essensial, asam ursolik, beta sitosterol, alfa amyrin palmilat, KNO, dan tanin. Kandungan tersebut menyabar di bagian akar, batang, dan daun. Di samping itu, menurut data Departemen Kesehatan, tanaman ini mengandung sambunigran dan glukosa. Cara Pemanfaatan pertama Pemakaiannya Sangitan dapat dilakukan dengan mengolahnya ketika masih segar maupun dapat dilakukan dengan cara dijemur sampai kering jika akan disimpan. laluPenggunaannya sangat sederhana dan sifatnya masih lokal.

Daunnya bisa ditumbuk, direbus (airnya diminum atau untuk mencuci bagian tubuh yang sakit), atau diperas setelah ditumbuk. Kemudian Penggunaan bagi penderita penyakit kuning: 30-50 g akar sangitan kering atau 90 g akar sangitan segar dicuci, lalu dipotong seperlunya. Selanjutnya, ditambahkan daging sapi secukupnya dan setelah dingin, air diminum dan dagingnya dimakan. (Setiawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *