Ternyata Psikiater dan psikolog itu Berbeda Lho!

Psikiater dan psikolog adalah profesi yang sama-sama bergerak di bidang kesehatan mental. Kedua profesi ini sama-sama memahami cara kerja otak, emosi, perasaan, dan pikiran kita.

Tapi, ada beberapa perbedaan psikolog dan psikiater yang mendasar dan perlu diketahui. Berikut penjelasannya.

Perbedaan psikolog dan psikiater dari sisi pengobatan Melansir AllPsychologySchools, psikiater adalah dokter yang memberikan terapi pengobatan kepada pasiennya. Mereka bisa meresepkan obat untuk terapi kesehatan mental dan emosional pasiennya. Sedangkan, psikolog lebih fokus pada psikoterapi untuk merawat gangguan emosional dan mental pasiennya.

Psikolog juga dapat merekomendasikan tes psikologis untuk menakar kondisi mental seseorang dan merekomendasikan jenis terapi yang paling efektif untuk pasiennya.
Perbedaan psikolog dan psikiater dari sisi pengobatan Melansir AllPsychologySchools, psikiater adalah dokter yang memberikan terapi pengobatan kepada pasiennya. Mereka bisa meresepkan obat untuk terapi kesehatan mental dan emosional pasiennya. Sedangkan, psikolog lebih fokus pada psikoterapi untuk merawat gangguan emosional dan mental pasiennya. Psikolog juga dapat merekomendasikan tes psikologis untuk menakar kondisi mental seseorang dan merekomendasikan jenis terapi yang paling efektif untuk pasiennya.

Perbedaan psikolog dan psikiater dari sisi pengobatan Melansir AllPsychologySchools, psikiater adalah dokter yang memberikan terapi pengobatan kepada pasiennya. Mereka bisa meresepkan obat untuk terapi kesehatan mental dan emosional pasiennya. Sedangkan, psikolog lebih fokus pada psikoterapi untuk merawat gangguan emosional dan mental pasiennya. Psikolog juga dapat merekomendasikan tes psikologis untuk menakar kondisi mental seseorang dan merekomendasikan jenis terapi yang paling efektif untuk pasiennya.

Sementara itu, psikolog menjalani pendidikan psikologi selama paling tidak empat tahun.
Sepanjang pendidikan, calon psikolog mempelajari perkembangan kepribadian, sejarah masalah psikologis, sampai ilmu penelitian psikologis. Di jenjang pascasarjana, psikolog disiapkan untuk mempelajari cara mendiagnosis gangguan mental dan emosional di berbagai situasi. Selepas kelar sekolah, mahasiswa psikologi juga perlu magang setahun sampai dua tahun. Selama magang, mereka diberi kesempatan untuk belajar metode pengobatan, melakukan pengujian analitik, belajar teknik psikologis, sampai terapi perilaku. Selepas magang, psikolog biasanya baru mendapat lisensi setelah memiliki pengalaman kerja praktik di bawah pengawasan tenaga profesional kesehatan mental selama satu atau dua tahun.(ADD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *