Balittro Merilis Brotowali Sebagai Alternatif Penyembuhan Diabetes Dan Hypertensi

Tribun Kota,Advetorial.

Balitbangtan Kementerian Pertanian kembali merilis Tanaman rempah obat melalui Balittro,Kali ini Brotowali.Diketahui bersama Brotowali merupakan tanaman merambat yang termasuk dalam famili Menispermaceae yang tersebar di daerah tropis dan subtropis di Asia dan Afrika, tetapi belum ada informasi data penyebaran brotowali di Indonesia. Panjang batang dapat mencapai 2,5 m, dengan daun berbentuk hati, panjang tangkai daun 7-12 cm, memiliki bunga kecil yang berwarna hijau. Batang tua berwarna kecoklatan dan memiliki benjolan-benjolan, sedangkan batang mudanya berwarna hijau dan licin tidak berbulu.

Daunnya lebar berbentuk hati dengan panjang 6-12 cm dan lebar 7-12 cm. Tangkai daun licin dengan panjang 5-15 cm. Bunga majemuk berukuran kecil, berwarna kuning atau kuning kehijauan. Buah memiliki panjang 7-8 mm, berwarna hijau.

Bahan Aktif Lebih dari 65 senyawa aktif telah diisolasi dan diidentifikasi seperti furanoditerpen, lakton, steroid, flavonoid, lignan, dan alkaloid. Di antara senyawa-senyawa yang diisolasi ini, furanoditerpen tipe clerodane adalah senyawa karakteristik dari Brotowali. Manfaat Empiris Brotowali sudah banyak digunakan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional di beberapa negara. Bagian yang digunakan dalam pengobatan tradisional adalah batang dan daun. Di Thailand rebusan batang brotowali digunakan sebagai antipiretik, pengobatan radang internal, menurunkan suhu tubuh, dan untuk pemeliharaan kesehatan.

Di Indonesia telah digunakan untuk pengobatan diabetes, hipertensi, dan sakit punggung. Di Tiongkok pada komunitas Yao menggunakannya untuk mengobati memar, septikemia, demam, patah tulang, kudis. Di Malaysia, digunakan secara tradisional untuk berbagai keperluan terapeutik seperti diabetes, hipertensi, stimulasi nafsu makan, dan perlindungan dari gigitan nyamuk. Di Bangladesh, jus batang digunakan dalam pengobatan gangguan usus, penyakit kuning, rematik, sakit tubuh, kelumpuhan, penyakit kulit, dan kusta. Ekstrak daun brotowali digunakan untuk mengobati perut kembung, dispepsia, diare, dan rematik oleh terapis tradisional di Filipina.

Manfaat Ilmiah Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar dan senyawa yang terisolasi dari brotowali memiliki berbagai manfaat farmakologis seperti anti-inflamasi, antioksidan, imunomodulator, sitotoksik, antimalaria, kardioprotektif, dan aktivitas anti-diabetes. Sebagian besar penelitian farmakologis didasarkan pada ekstrak kasar tanaman dan senyawa bioaktif. Cara Pemanfaatan Pemanfaatan brotowali sebagai bahan dalam pengobatan tradisional di beberapa negara mempunyai perbedaan dalam pengolahannya.

Batang dan daun ditumbuk atau direbus (Thailand), batang direbus (Indonesia), seluruh bagian tanaman direbus (Malaysia), batang dan daun ditumbuk, diekstrak dengan air mendidih, atau dibuat bubuk menjadi pil (Banglades), batang dan daun diekstrak dengan air Filipina). (Ditulis Oleh Rudi Suryadi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *