Besarkah Pengaruh Diskon PPnBM terhadap Bisnis Jual Beli Mobil?

Tribun Kota,Bisnis.

Berlanjutnya perluasan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil berkapasitas mesin 1.500-2.500 cc menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan. Beberapa pihak mengkritisi keputusan pemerintah yang memberikan kebijakan insentif pajak PPnBM terhadap mobil bermesin 2.500 cc seperti yang diterima mobil 1.500 cc sebelumnya.

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan kebijakan relaksasi untuk mobil 1.500 cc saja sudah tidak tepat, apalagi perluasan ke mobil bermesin lebih besar.”Hanya menambah kemacetan dan polusi,” ujarnya seperti dikutip dari bisnis.com.,

Selain itu, dia menuturkan, tanpa ada insentif, pasar mobil domestik rata-rata tumbuh 5 persen per tahun dalam kondisi normal. PpnBM 0 persen mobil 1.500-2.500 cc juga tidak akan berpengaruh terhadap pergerakan pasar. Pasalnya kontribusi segmen ini terhadap total penjualan sangat rendah karena mobil yang laku dipasaran saat ini adalah kelas dibawah 1500 cc.

“Mobil yang laku kelas Avanza,Xenia dan jazz atau terios begitu,kalo Fortuner itu masih sedikit saat pandemi ini,” Ujar Haryanto salah seorang pemilik showroom mobil yang berhasil diwawancarai oleh Tribun Kota.

“Pemerintah harus segera mempercepat pencairan anggaran proyek,sehingga ekonomi akan pulih dan menggiat kembali.Serta Pemerintah harusnya memberikan kemudahan ekspor dan menekan import,dengan begitu saya yakin ekonomi Indonesia akan merambat pulih,” Ujar Radju aktivis kampus salah satu perguruan tinggi di Bogor menyatakan.

Sementara itu Kementerian Perindustrian menilai kebijakan perluasan PPnBM bertujuan mendorong peningkatan penjualan dari kendaraan bermotor. Apalagi, relaksasi PPnBM mobil 1.500 cc berhasil menghasilkan peningkatan jumlah pemesanan hingga 140%. Kemenperin menilai, program ini bisa mempercepat pemulihan sektor otomotif dengan peningkatan utilisasi.  “Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan memiliki multiplier effect bagi sektor industri lainnya,” jelas Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.   Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah merampungkan penyusunan peraturan insentif diskon PPnBM mobil 1.500-2.500 cc. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait kebijakan ini ditargetkan berlaku efektif mulai April 2021.(Dikutip dari Bisnis.com dan sumber lain/RED). 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *