Kulit ,Bunga,Batang Serta Bunga Daun Kapur Ampuh Obati Hepatitis C

Tribunkota, Advetorial
Daun Kapur atau dalam Bahasa ilmiah Melanolepis multiglandulosa (Reinw. ex Blume) Reichb. & Zoll. Atau dalam Bahasa daerahnya Ngalu (Halmahera, Tidore), tutup (Jawa) tanamanini  banyak diketahui masyarakat dalam pengobatan.Habitat tanaman berupa semak atau pohon kecil dengan ketinggian 4-10 m.

Daun lebar, orbicular-ovate, panjang 10-25 cm, berbentuk hati, ujung meruncing, dengan lekukan lebar (3-5 lekukan), tepi daun bergerigi. Bunga berwarna kuning kehijauan. Buah berbentuk kapsul berukuran beberapa milimeter yang terdiri dari tiga bagian. Daunnya mengandung alkaloids, saponins, tannins, terpenoids, steroid, dan flavonoids, sedangkan rantingnya memiliki kandungan bahan aktif 7, triacylglycerols, ester asam lemak.

Masyarat memanfaatkan bagian tanaman  dalam pengobatan tradisional adalah kulit kayu/ranting, daun, bunga. Daun kapur dimanfaatkan secara tradisional sebagai antiketombe, antelmintik, obat batuk, mengatasi konstipasi, obat TBC, obat nyeri dada dan demam.

Berdasarkan hasil tim penelitian Balittro, ranting daun kapur berpotensi sebagai antivirus hepatitis C, sedangkan daunnya memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antihiperglikemik.

Masyarakat biasanya mengolah tanaman ini dengan cara merebusnya. Rebusan daun digunakan sebagai antelmintik, sedangkan daun yang dikonsumsi dalam bentuk teh merupakan obat batuk. Simplisia daun yang dihancurkan kemudian ditambahkan air dan diminum merupan obat untuk konstipasi dan TBC. Daun kapur yang dicapurkan dengan jahe dan dibuat pasta dapat digunakan sebagai antiketombe, sedangkan kulit kayu yang dibuat dalam bentuk merupakan obat batuk. Campuran kulit kayu, daun dan bunga, dalam bentuk segar maupun dihangatkan terlebih dahulu, ditempelkan di kulit sebagai peluruh keringat merupakan obat nyeri dada dan demam.(Hera Nurhayati/E-Book.balitro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *