Melihat Dari Dekat Patung Sleeping Buddha

tribun kota, Ragam
Patung Buddha merupakan asimilasi budaya helenisme dari angsa Yunani. Pada awalnya, di ajaran agama Buddha tidak ada maksud untuk mendirikan patung. Namun setelah bangsa Yunani masuk ke India dengan budaya helenisme, mereka mulai membentuk image Buddha dalam wujud patung. Karena terbukanya Jalur Sutra (Silk Road), agama dan image patung Buddha mulai tersebar ke negara-negara yang dilewatinya (termasuk Asia Tenggara dan China).

Berbicara mengenai patung, di Indonesia memiliki beragam jenis patung. Patung-patung ini biasanya menyimpan sebuah peninggalan sejarah besar. Salah satunya yaitu Patung Buddha Tidur. Patung Buddha Tidur dibangun di dalam kompleks Vihara Buddha Dharma & 8 Posat. Patung Buddha Tidur adalah arca yang menggambarkan Buddha Gautama tengah berbaring menghadap sisi kanan.

Sementara kepala patung bersandar di atas bantal yang disangga dengan lengan kanannya. Menurut Bhiksu Nyanadhiro, “Rupang adalah replika atau gambaran dari orang-orang yang di anggap telah mencapai kesucian, seperti para Buddha dan murid-muridnya. Rupang biasanya diletakkan di meja sembahyang dan dijadikan sebagai arah untuk membaca kitab suci dalam agama Buddha. Rupang hanya berfungsi sebagai simbol untuk membantu visualisasi”.

Patung Buddha Tidur dibuat dengan posisi berbaring menghadap ke arah selatan, sehingga penganut agama Buddha menganggap arah selatan adalah arah kiblat. Posisi sleeping atau reclining atau tidur ini dipercaya merupakan posisi ketika Sang Buddha Gautama meninggalkan dunia memasuki Nirwana.

Menurut kesehatan, posisi tidur menghadap kanan adalah posisi terbaik untuk melindungi jantung dari posisi tertindih atau tertekan organ lainnya.Patung Buddha yang terkenal terletak di Moejokerto. Tetapi Patung Buddha Tidur juga terdapat di Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang,Kabupaten Bogor. Berdiri sejak tahun 2006 yang didirikan oleh Bapak Andi Suwanto dan Bapak Ade Wijaya.

“Asal muasal membangun Patung Buddha Tidur mendapat inspirasi dalam meditasinya beliau kalau wihara ini ingin dikenal di kalangan masyarakat seperti di Thailand karena orang taunya hanya di luar negeri saja” ujar Bapak Andi.

Tinggi pada Patung Buddha Tidur ini mencapai 5 meter dan panjang 18 meter. Untuk pembuatan patung itu sendiri memakan waktu kurang lebih 1 tahun yang dimulai pada tahun 2010 hingga 2011.(ADD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *