Hasil Penelitian Balittro : Selain Obat Penyakit Dalam, Kunyit Dapat Sembuhkan Alzheimer

tribunkota, advetorial

Tanaman kunyit dengan nama latin Curcuma domestica Val, syn. Curcuma longa Linn, atau nama lain Kunyit, turmeric (bahasa Inggris). Biasa di sebut nama daerah Koneng (Sunda), Kunir (Jawa), Konyet (Madura), Kunyik (Sumatera Barat).Kunyit mempunyai batang semu yang tersusun dari kelopak atau pelepah daun yang saling menutupi. Dengan ciri Batang semu berbentuk bulat,bewarna hijau keputihan-keunguan tergantung varietas. Tinggi batang mencapai 40 cm-100 cm. Daun kunyit terdiri dari pelepah daun, gagang daun dan helaian daun.

Daun tersusun secara berselang seling. Panjang helaian daun antara 30-60 cm, lebar antara 10-18 cm. Daun berbentuk bulat telur memanjang dengan ujung meruncing atau melengkung. Pertulangan daun rata, berwarna hijau muda, dengan 6-10 daun. Bunga kunyit berbentuk kerucut runcing berwarna putih atau kuning muda dengan pangkal berwarna putih. Setiap bunga mempunyai tiga lembar kelopak bunga, tiga lembar mahkota bunga dan empat helai benang sari.

Rimpang Bagian utama tanaman kunyit adalah rimpangnya yang merupakan tempat tumbuhnya tunas. Kulit rimpang berwarna kecoklatan dan bagian dalamnya berwarna kuning tua, kuning jingga, atau kuning jingga kemerahan sampai kecoklatan. Rimpang kunyit bercabang[1]cabang dan membentuk cabang rimpang, yang terdiri dari rimpang utama yang disebut dengan rimpang induk (empu), dan rimpang cabang.

Analisis kimia pada simplisia kunyit mengandung: minyak atsiri 4,2 – 6,2 %, dan kadar kurkumin 9,95 % tergantung pada varietas. Tiga senyawa kurkuminoid sebagai kandungan utama dari kunyit adalah senyawa1,7-bis(4-hidroksi-3-metoksifenil)-1,6heptadiena-3,6-dion yang disebut sebagai kurkumin, yang banyak berperan dalam aktivitas biologis, kemudian senyawa turunannya 1-(4-hidroksi-3-metoksifenil)- 7-(4hidroksifenil)-1,6-heptadiena-3,5-dion atau demetoksi kurkumin dan senyawa turunannya yang lain adalah 1,7-bis(4hidroksifenil)-1,6- heptadiena-3,5-dion atau bisdemetoksi kurkumin. Rimpang kunyit juga mengandung berbagai macam zat fitokimia lainnya yaitu: zingiberene, curcumenol, curcumol, eugenol, tetrahydrocurcumin, triethylcurcumin, turmerin, turmerones, dan turmeronols.

India, Cina, dan negara-negara di Asia Tenggara telah mengakui kunyit sebagai obat tradisional sejak ratusan tahun silam. Dalam pengobatan Ayurvedic, sistem pengobatan alami India yang berusia 5.000 tahun, kunyit digunakan sebagai ramuan pembersih tubuh, obat untuk luka ringan, pencernaan yang buruk, radang sendi, penyakit kuning, peradangan, dan rasa nyeri. Di Indonesia, khususnya daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu yang berkhasiat menyejukkan, mengeringkan, menghilangkan gatal dan menyembuhkan kesemutan. Ramuan kunyit yang dicampur dengan asam Tamarind dikenal manjur untuk meredakan nyeri haid (dismenorea). Di daerah Jawa, rimpang kunyit juga diakui sejak dahulu kala untuk perawatan kecantikan kulit, baik digunakan sebagai perawatan luar maupun dari dalam (dikonsumsi sebagai minuman segar). Pemanfaatan kunyit sebagai perawatan kulit dari luar sebagai berikut:

1) obat jerawat
2) aromaterapi
3) lulur dan mangir
4) boreh/parem
5) masker
6) rempah mandi
7) penghapus area hitam ketiak dan leher.

Kurkumin (diferuloylmethane) adalah pigmen kuning dalam kunyit yang banyak digunakan sebagai bumbu, pewarna makanan (kari) dan pengawet. Kurkumin menunjukkan berbagai efek farmakologis yang sudah banyak dilaporkan secara ilmiah dalam hasil[1]hasil penelitian. Beberapa manfaat farmakologis kandungan kurkumin pada kunyit yang sudah terbukti secara ilmiah adalah sebagai berikut: aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antivirus, antibakteri, diabetes, radang sendi, penyakit Alzheimer, dan penyakit kronis lainnya. Rimpang kunyit juga memiliki aktivitas sebagai imunomodulator dan antivirus, berpotensi sebagai obat herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan penangkal wabah pandemi virus mematikan.

Berikut Beberapa Cara Pemanfaatan Kunyit

1. Obat demam Rimpang kunyit sebanyak ±20 g dibersihkan dan diparut. Hasil parutan kemudian dicampur dengan 100 ml air matang, kemudian disaring. Air hasil perasan kunyit kemudian diminum sebanyak 2 kali dalam satu hari sampai penyakit hilang.Potensi Tanaman Rempah, Obat dan Atsiri Menghadapi Masa Pandemi covid 19. 27

2. Obat diare Rimpang kunyit yang telah diiris kemudian dicampur dengan satu sendok air kapur sirih. Selanjutnya direbus dan diaduk campuran tersebut sampai rata. Setelah mendidih, kemudian didinginkan dan disaring. Air saringan diminum tiga kali sehari sampai sembuh.

3. Obat borok kulit Rimpang kunyit sebesar ibu jari diparut dan dicampur dengan satu sendok air kapur sirih dan air perasan 1 buah jeruk nipis, kemudian diaduk sampai rata. Ramuan dioleskan pada bagian borok yang sakit. (Devi Rusmin/E-Book Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *