Balittro Berhasil Temukan Manfaat Lain Sambiloto

Tribun Kota,Advetorial.

Tanaman satu ini mungkin sering kita dengar sehari-hari sebagai obat mujarab namun rasanya yang super pahit,apa saja sih manfaat dan mujarabnya Sambiloto ini,Balittro meneliti sebagai berikut,Sambiloto merupakan tanaman perdu yang dapat dipanen antara umur 3-4 bulan setelah tanam (BST). Rasanya sangat pahit dan dikenal di dunia dengan nama King of bitter. Tanaman sambiloto dapat tumbuh pada cakupan lingkungan tumbuh yang cukup luas dari dataran rendah hingga tinggi. Tinggi tanaman sambiloto ± 40 cm, dapat mencapai tinggi ± 90 cm jika lingkungan tumbuh optimal. Daunnya merupakan daun tunggal, bulat telur, bersilang berhadapan, pangkal dan ujung runcing, tepi rata, panjang ± 8 cm, lebar ± 1,7 cm. Batangnya berkayu dan terdapat 2 bentuk batang yaitu pada batang muda berbentuk segi empat, dan batang tua berbentuk bulat. Selain itu sambiloto mempunyai cabang banyak, monopodial, berbentuk segi empat (kwadra ngularis) dengan nodus yang membesar. Bunga majemuk berbentuk tandan di ketiak daun dan ujung batang, kelopak lanset, berbagi lima, pangkal berlekatan, hijau, benang sari dua, bulat panjang, kepala sari bulat, ungu putik pendek, kepala putik ungu kecoklatan, mahkota lonjong, pangkal berlekatan, bagian dalam putih bernoda ungu, bagian luar berambut, merah. Buah muda berwarna hijau setelah tua menjadi hitam, terdiri dari 11-12 biji dan berakar tunggang. Bahan Aktif Seluruh bagian tanaman sambiloto yang meliputi daun, batang dan akar mengandung senyawa bioaktif. Namun setiap bagian tanaman mengandung senyawa bioaktif tertentu. Kandungan senyawa bioaktif andrografolid lebih tinggi pada tanaman sambiloto tua (umur 3-4 BST) dibanding tanaman muda (umur 2 BST).

Kandungan senyawa bioaktif pada tanaman sambiloto yang berasal dari diterpen lakton dan glikosida yaitu andrografolid. Senyawa bioaktif lain seperti 14-deoxy-11-oxoandrographolide, didehydro andrographolide/andrographlide D, 14deoxyandro grapho lide, neo andrographolide, homoandrographolide, andrographosterin, andrograpanin, α- sitosterol, stigmasterol. Apigenin-7, 4-dio-methyl ether, 5- hydroxy 7,8,2, 3-tetramethoxy flavones, monohydroxy trimethyl flavones, andrographin, dihydroxy di-methoxy flavoue, panicolin, andrographoneo, andrographoside. Sambiloto juga mengandung komponen seperti alkali, keton, aldehid, mineral (kalsium, natrium, kalium), tannin, asam kersik dan damar, saponin, dan tanin. Daun dan percabangannya lebih banyak mengandung lakton sedangkan akarnya mengandung flavonoid, yaitu polimetoksiflavon, androrafin, panikulin, mono-metil dan apigenin-7,4 dimetileten. Manfaat Empiris Tanaman sambiloto merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan dalam ramuan obat tradisional.

Seluruh bagian tanaman sambiloto (daun, batang dan akar) dapat dimanfaatkan dan berkhasiat untuk mengatasi berbagai penyakit. Secara empiris diyakini dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit antara lain untuk pengobatan kencing manis, kencing nanah, dan mengatasi demam. Masyarakat menggunakan sambiloto dengan cara menempelkan hasil tumbukan daun sambiloto untuk mengatasi gatal. Di berbagai daerah di Indonesia, sambiloto digunakan masayarakat untuk mengobati penyakit yang berbeda-beda. Di Aceh digunakan untuk mengobati asam urat, di Jambi dan Kalimantan Barat untuk menurunkan tekanan darah, di Kalimantan Timur digunakan sebagai salah satu penyusun jamu untuk mengobati gatal eksim, di Gorontalo untuk meredakan nyeri haid sedangkan di Sulawesi Selatan untuk mengobati gondok. Selain itu juga dapat menyembuhkan penyakit diare, darah tinggi, kanker paru-paru, dan tifus. Manfaat Ilmiah: Senyawa bioaktif andrografolid secara ilmiah dan telah teruji dari hasil-hasil penelitian mempunyai manfaat antara lain sebagai antikanker, antitumor, antihepatoprotektif, antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes (menurunkan gula darah), antimalaria, antipiretik, dan antimikrob (antibakteri, antifungi, dan antiviral). Selain itu salah satu alternatif dalam menyembuhkan infeksi bagian atas saluran pernafasan tanpa komplikasi. Sambiloto juga telah terbukti dapat mengatasi penyakit liver yang disebabkan virus hepatitis dan aktivitas antivirus HIV, antivirus herpes, bakteri anti-patogenik, sebagai imunoregulator (immunostimulatory) dan imunomodulator. Cara Pemanfaatan: Beragam manfaat dan khasiat sambiloto juga berpengaruh juga terhadap cara pemanfaatannya. Pemanfaatan sambiloto dapat dibagi 2 macam produk yaitu a) jika sudah menjadi obat berupa fitofarmaka yaitu telah melalui beberapa pengujian hingga uji klinis, dan 2) obat herbal. Obat herbal ini yang banyak dimanfaatkan masyarakat karena lebih mudah cara penggunaannya. Penyakit yang menyerang organ tubuh bagian dalam umumnya menggunakan herba sambiloto dengan cara: 1) Direbus dan diambil air rebusannya untuk diminum. 2) Dikeringkan terlebih dahulu dibuat simplisia lalu dihaluskan dibuat serbuk dan dimasukkan ke dalam kapsul. 3) Diekstrak dan dimasukkan dalam kapsul untuk diminum. Namun, jika penyakit bagian organ luar, sambiloto dapat dimanfaatkan dengan cara menempelkan remasan herba sambiloto pada penyakit tersebut, seperti pada penyakit kulit gatal-gatal atau eksim. Selain itu air perasannya juga dapat dimanfaatkan sebagai kompres mengatasi demam.( Ditulis oleh Gusmaini/Balittro).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *