Riset Balittro Pare Bukan Hanya Sebagai Sayur,Namun Mampu Tangkal Virus.

Tribun Kota,Advetorial.

Pare merupakan tanaman semusim yang bersifat merambat atau menjalar dengan buah yang panjang dan runcing pada ujungnya serta permukaan bergerigi. Tanaman ini tumbuh baik di dataran rendah, dibudidayakan di lahan kebun maupun di pekarangan dengan dirambatkan di pagar dan kadang-kadang tumbuh liar di tanah telantar, tegalan. Pare tumbuh merambat atau memanjat dengan sulur berbentuk spiral, bercabang banyak, berbau khas serta batangnya berusuk prisma. Daun tunggal, bertangkai dan letaknya berseling, berbentuk bulat panjang, dengan panjang 3,5-8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkalnya berbentuk jantung, serta warnanya hijau tua. Bunga merupakan bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, mahkotanya berwarna kuning. Buahnya bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjang 8-30 cm, rasanya pahit, warna buah hijau, bila masak menjadi oranye.

Terdapat tiga jenis pare yaitu pare putih atau pare gajih, pare hijau, dan pare belut. Pare putih rasanya tidak begitu pahit sedangkan pare hijau dan pare belut rasanya pahit. Selama ini yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah pare putih dan pare hijau. Di Indonesia terdapat 59 varietas pare yang terdaftar resmi di Ditjen Hortikultura Kementan. Bahan Aktif Pare kaya akan berbagai komponen bahan aktif seperti saponin, flavonoid, steroid/triterpenoid, karbohidrat, momordisin, alkaloid, vitamin A, vitamin B, Vitamin C, asam fenolat, karatenoid, mineral, , polipeptida, dan minyak atsiri aromatik, selain dari penggunaannyaBahan Aktif Pare kaya akan berbagai komponen bahan aktif seperti saponin, flavonoid, steroid/triterpenoid, karbohidrat, momordisin, alkaloid, vitamin A, vitamin B, Vitamin C, asam fenolat, karatenoid, mineral, , polipeptida, dan minyak atsiri aromatik, selain dari penggunaannya penting dalam menangkal berbagai penyakit, pembentukan tulang, dan  penyembuhan luka. Selain buahnya ekstrak batang, daun dan biji pare juga berkhasiat obat. Senyawa flavonoid yang terkandung dalam buah pare dapat meningkatkan produksi IL-2 dan meningkatkan proliferasi dan diferensiasi limfosit sel T, sel B dan sel NK.

Penelitian lainnya menyatakan bahwa buah pare dapat menjadi imunomodulator pada penderita positif HIV. Penelitian secara in vivo, ekstrak buah pare menunjukkan kemampuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap infeksi virus dan memberikan efek imunostimulan pada manusia dan hewan (meningkatkan produksi sel interferon dan aktivitas sel NK). Cara Pemanfaatan

  1. Rebusan air buah pare (bersifat alkalin yang baik untuk kesehatan tubuh)

Cara pembuatan:

Iris-iris tipis pare hijau diiris tipis-tipis, 3-5 irisan tipis, dimasukkan ke dalam mangguk, kemudian irisan pare direndam dengan air mendidih selama 30 menit. Air rebusan diminum selagi masih hangat.

2. Jus buah pare

Cara pembuatan:

Satu buah pare ukuran medium diiris tipis, kemudian diblender, disaring hingga ampas yang tersisa sedikit. Dapat ditambahkan 1 sendok makan madu atau air perasan ½ buah lemon atau keduanya dan segera diminum dalam kondisi segar. Pemanfaatannya selain selain dalam bentuk rebusan dan jus buah pare, dapat juga dalam bentuk ekstrak buah, biji dan daun yang dikemas dalam kapsul serta dalam bentuk teh.

( Dirilis Balittro,Penulis : Agus Ruhnayat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *