KOMISI IV DPR RI INGIN MOBILE KLINIK PERTANIAN DIPERBANYAK

Tribun Kota,Advetorial.

Wali Kota Blitar, Drs. H. Santoso, M.Pd, secara resmi membuka acara Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial, Selasa (27/4) yang bertempat di Aula Kebun Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar. Dalam arahannya, Beliau menyatakan harapannya agar para petani mampu terasah inovasi dan kreativitasnya bagaimana dapat meningkatkan produks, sehingga maksimal dengan segala keterbatasan yang ada. “Saya harap muncul Petani-petani Milenial baru, dan untuk Gapoktan agar memanfaatkan Bimtek in semaksimal mungkin untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari ahlinya,“ pesan Wali Kota Blitar. Bimtek yang bertema Peningkatan Kapasitas Petani Milenial tersebut juga dihadiri oleh anggota komisi IV DRP RI, Ir. Endro Hermono, MBA, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ir. Rodiyah, Kepala Balitjestro, Koordinator KSPHP BBSDLP. Dr. Asmarhansyah serta narasumber dari BPTP Jawa Timur Ir. Handoko, MSc. Dengan mematuhi protokol kesehatan, sebanyak 50 orang petani dan 10 orang penyuluh Kota Blitar memenuhi acara Bimtek ini.

Anggota Komisi IV DPR-RI yang diwakili oleh Ir. Endro Hermono, MBA mengharapkan agar Balitbangtan (BBSDLP) dapat mendorong petani Kota Blitar sejahtera. “Artinya bahwa kita menghendaki petani Blitar menjadi petani yang sukses, petani yang makmur dan petani yang sejahtera,” ujar Beliau. Lebih lanjut Endro mengapresiasi Kementan, khususnya BBSDLP, karena selalu memberikan Bimtek kepada petani. “Kadang penafsiran petani di lapangan itu berbeda-beda, jadi perlu terus dilakukan Bimtek langsung dari ahlinya untuk meluruskan pemahaman petani,” lanjut Endro.

Kepala BBSDLP yang diwakili oleh Ka Balitjestro, Dr. Ir. Harwanto menjelaskan BBSDLP telah banyak menghasilkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi para pengguna. Salah satunya adalah teknologi sederhana berupa test kits untuk mengukur status hara tanah, sehat atau tidak Selain itu, BBSDLP juga telah mengembangkan Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop1.0) yang secara realtime mampu memprediksi fase pertumbuhan tanaman padi di lapangan. Beliau berharap dengan adanya Bimtek, petani dapat menerapkan inovasi teknologi dalam skala kecil di lahannya, dapat bertukar pengalaman dan informasi untuk memajukan pertanian lebih baik lagi. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Ir. Rodiyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Blitar memiliki 1.063 hektar lahan luas baku sawah dan Pemkot Blitar telah menghimbau supaya tidak terjadi alih fungsi lahan. Beliau juga menjelaskan tentang kekurangan subsidi pupuk yang harus dipenuhi secara swadaya oleh petani melalui konsep pemupukan berimbang dan Kota Blitar telah mengikuti rekomendasi Balitbangtan terkait pemupukan NPK untuk tanaman padi, jagung, dan kedelai. Selanjutnya, Rodiyah menyinggung masalah hama tikus yang telah dicoba diatasi dengan metode Rumah Burung Hantu (Rubuha), namun belum efektif. Oleh karena itu, Rodiyah mengungkapkan harapan dengan Bimtek ini mampu membantu mengatasi masalah petani. “Semoga Bimtek ini dapat memberikan solusi atas permasalahan petani di sini dan berlanjut tidak berhenti saat ini saja,” ujar Rodiyah.

Wali Kota Blitar, Drs. H. Santoso, M.Pd, dan Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. Endro Hermono, MBA juga menyempatkan untuk mengunjungi Mobile Klinik Pertanian (MKP) yang mendisplaikan produk BBSDLP, baik berupa peta, test kits, publikasi, dan SISCrop1.0. Mereka mendapat penjelasan terkait SISCrop1.0 yang mampu mendeteksi kondisi pertanaman padi di lapangan, meliputi luas lahan, fase pertumbuhan, estimasi produksi, estimasi luas panen dan produksi. “MKP ini menjadi solusi yang baik di tengah keterbatasan jumlah penyuluh. MKP ini mampu menjangkau daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan jumlah penyuluh. Program MKP ini agar diajukan tambahan saja (diperbanyak), biar nanti kami (Komisi IV DPR RI) yang akan membantu (realisasi anggaran),” pesan Endro.

Dua narasumber kompeten dihadirkan pada acara Bimtek ini yaitu Dr. Asmarhansyah yang menerangkan tentang Pemupukan Berimbang dan Update Teknologi Pemupukan. Selanjutnya, Ir. Handoko, M.Sc yang menjelaskan tentang hama dan penyakit utama tanaman padi dan penanganannya. Pada acara Bimtek tersebut juga dilakukan penyerahan Buku 600 Inovasi Teknologi Balitbangtan, RPL dan Perangkat Uji Tanah Sawah/Kering (PUTS dan PUTK) kepada Wali Kota Blitar, Anggota Komisi IV DPR RI, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar (Sumber BBSDLP/NC/AS). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *