Balitbangtan Lakukan Talkshow Satu Tahun Penelitian Eucalyptus Secara Virtual

Tribun Kota, Advetorial
Pada hari Rabu, 5 Mei 2021 pada pukul 9.00 -12.00 WIB. Balitbangtan melaksanakan Talkshow Satu Tahun Penelitian Eucalyptus, Secara on-line dan offline di Aula Puslitbangbun. Penyakit coronavirus atau coronavirus disease-19 (COVID-19) telah menyebabkan dampak yang luar biasa, dan telah ditetapkan World Health Organization/WHO (2020) sebagai kasus pandemi global. Penyakit ini ditemukan pertama kali di provinsi Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019 dan menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat. COVID-19 dilaporkan berasal dari satwa liar (kelelawar) yang menular ke manusia dan kemudian berubah menjadi penyakit yang mudah menular antar manusia.

Badan Litbang Pertanian mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pertanian. Dalam melaksanakan tusi tersebut, Balitbangtan didukung oleh unit pelaksana teknis (UPT) yang melakukan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi sesuai dengan tugas dan fungsi dari UPT tersebut. Balitbangtan memiliki beberapa UPT yang melakukan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi mendukung pengendalian COVID-19 di Indonesia, yaitu Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balai Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Balai Besar Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), dan Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan). Kegiatan ini bekerjasama dengan instansi perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin, Makassar, perusahaan swasta yang akan melisensi inovasi tersebut, serta berkonsultasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam melaksanakan kegiatan ini UPT tersebut telah didukung oleh sistem manajemen mutu seperti ISO 9001, ISO 17025, ISO 17043, KNAPPP, dan merupakan Pusat Uggulan IPTEK (PUI) yang ditunjuk oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Selain itu, BB litvet merupakan laboratorium yang ikut dalam jejaring laboratorium untuk pengujian COVID-19 di Indonesia, dan telah melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk penyakit zoonosis seperti coronavirus, avian influenza, anthraks, leptospirosis, henipavirus, rabies, toksoplasmosis, brucellosis, serta dilengkapi dengan fasilitas laboratorium dengan tingkat keamanan tinggi yaitu Biosafety Level 3 (BSL3) yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan penelitian yang bersiko tinggi dan penyakit berbahaya lainya.

Talkshow ini dihadiri peserta dari Kementerian dan Lembaga Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Sosial Masyarakat, Perusahaan Swasta, Dinas pemerintah daerah, peneliti lingkup Balitbangtan, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, dan juga Narasumber secara daring terkait penelitian eucalyptus yaitu
Dra. Reri Indriani, Apt,M.Si  Deputi II Badan POM
Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D.Sp.THT-KL (K) M.A.R.S. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
Dr. drh. NLP. Indi Dharmayanti, M.Si Kepala BB Litvet  Balitbangtan
dr. Arif Santoso, SpP(K),Ph.D,FAPSR Ketua Tim Riset Eucalyptus  FK Universitas Hasanuddin

Pembahas
Ketua IDI(Ikatan Dokter Indonesia) dr. Daeng M. Faqih, SH,MH
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Purwantyastuty, M.Sc.SpFK

Dalam kegiatan ini telah diuji sekitar 60 paket uji bahan herbal yang meliputi minyak atsiri, serbuk dan daging buah) yang dilaporkan mempunyai kemampuan sebagai antivirus. Salah satu bahan yang diuji, eucalyptus, menunjukkan kemampuan sebagai bahan antivirus dalam pengujian tersebut. Sehingga UPT Balitbangtan, Kementan mengembangkan produk berbasis eucalypus seperti Roll On, Inhaler, dan Balsem.

Produk eucalyptus yang dikembangkan menggunakan formula yang telah diuji secara invitro di Laboratorium BSL-3 BB Litvet dengan menggunakan virus SARS-CoV-2, virus avian influenza H5N1 HPAI, dan virus coronavirus model (gamma coronavirus), pengujian toksisitas di hewan model, dan uji klinis oleh Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Selama hampir satu tahun kegiatan penelitian eucalyptus ini banyak hasil penelitian yang telah dicapai. Secara umum menunjukkan bahwa formula eucalyptus yang diuji dapat membunuh SARS-CoV 2 secara invitro dan dapat membantu mempercepat kesembuhan pasien COVID-19 pada uji klinis. Hal ini menunjukkan bahwa produk tersebut dapat digunakan dalam mendukung pengendalian COVID-19 di Indonesia.

“Badan Litbang Pertanian pada tanggal 8 Mei 2020, melaunching produk anak bangsa yaitu Eucalyptus yang dikenal sampe sekarang. Dengan melalui tahapan-tahapan research yang kita lakukan uji labolatorium, kita saat itu menguji jenis virus Corona, kebetulan Badanlitbang Pertanian Melalui UPT Balai Besar Penelitian Veteriner kita sudah mengoleksi virus corona sejak tahun 91. Awalnya kita menguji beberapa tanaman herbal kurang lebih ada 60 jenis tanaman herbal. Alhamdulillah setelah sekian lama sekitar 2 bulan dari 60 jenis tanaman herbal dengan uji lab dan akhirnya ditemukan Minyak Atsiri yang sudah lama kita kenal dan jenis Eucalyptus ini ada 700 Spesies, dan setidaknya dari beberapa jenis Eucalyptus ada yang bisa menghambat pertumbuhan Virus Corona” Ujar Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Sc sekaligus membuka Talk Show Satu Tahun Penelitian Eucalyptus.

Talkshow ini dilakukan dengan tujuan melakukan diseminasi informasi terkait dengan satu tahun hasil kegiatan penelitian produk eucalyptus Balitbangtan.  Hasil dari talkshow ini diharapkan terdiseminasikanya informasi terkait dengan hasil penelitian eucalyptus Balitbangtan dan pemanfaatanya untuk pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Indonesia.(ADD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *